Masalah ekonomi merupakan hambatan yang paling sering dikemukakan orang untuk tidak kuliah atau berhenti dari kuliah. Memang, semakin tinggi biaya hidup maka otomatis biaya kebutuhan keluarga pun semakin tinggi. Maka banyak keluarga yang terpaksa memberhentikan anak-anaknya dari sekolah dengan alasan ketidakmampuan ekonomi. Pendapatan orang tua mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka. Padahal, ketahuilah !BAHWA DALAM KULIAH, KESULITAN EKONOMI DAPAT
DIATASI !. Ingat, kuliah adalah sarana untuk belajar mandiri dan pintu menuju kesuksesan di masa depan. Dalam pembahasan selanjutnya akan dikemukakan trik-trik untuk mengatasi kesulitan ekonomi dalam kuliah.
Jadi, TIDAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK KULIAH HANYA KARENA ALASAN EKONOMI !!
Paling tidak, ada empat jenis biaya yang harus dikeluarkan ketika seseorang kuliah, yaitu :
1. Biaya uang kuliah (SPP, Praktikum, Ujian, dll);
2. Biaya buku dan sumber rujukan perkuliahan yang lainnya;
3. Biaya tempat tempat tinggal;
4. Biaya kebutuhan hidup (makan, transportasi, dll).
Berikut beberapa cara atau kiat praktis mengatasi keempat jenis biaya tersebut:
Ada banyak lembaga baik pemerintah maupun swasta jumlahnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan- yang memberikan
beasiswa, yaitu antara lain :
1. Beasiswa dari perguruan tinggi tempat kuliah.
Biasanya di setiap perguruan tinggi ada anggaran khusus untuk beasiswa. Beasiswa yang berasal dari perguruan tinggi ini biasanya ada tiga macam, yaitu beasiswa berprestasi, beasiswa aktifis dan beasiswa kurang mampu.
2. Beasiswa dari lembaga pemerintah.
Lembaga pemerintah yang setiap tahun mengeluarkan beasiswa diantaranya adalah Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) dan Departemen Agama (Depag). Hal ini bisa dipahami karena kedua departemen ini mengurusi masalah pendidikan. Kuota/jatah beasiswa yang disediakan biasanya cukup banyak sehingga diharapkan banyak mahasiswa yang terbantu. Selain itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) biasanya menyediakan anggaran untuk beasiswa.
3. Beasiswa dari lembaga atau yayasan swasta.
Selain dari instansi pemerintah, beasiswa juga banyak diberikan oleh lembaga atau yayasan swasta. Lembaga-lembaga pemberi beasiswa ini umumnya memberikan beasiswa melalui perguruan tinggi. Namun ada juga
lembaga pemberi beasiswa yang menyalurkan beasiswanya langsung kepada mahasiswa tanpa melalui perantara perguruan tinggi. Lembaga pemberi beasiswa ini jumlahnya mencapai ratusan.
4. Beasiswa Non Formal.
Beasiswa ini biasanya berasal dari individu yang dermawan. Beasiswa atau bantuan studi dalam bentuk ini sangat bergantung pada keaktifan mahasiswa menjalin hubungan yang baik dengan pihak lain.